Hal-Hal Yang Menyehatkan dan Menguatkan Iman

1. Menuntut ilmu, yaitu ilmu yang menyebabkan bertambahnya pengetahuan dan keyakinan tentang iman. (QS. 35:28)

2. Menyimak atau mentadaburi Al-Qur’an (QS. 17:282)

3. Dzikir dan Pikir

Dzikirà mengingat Allah beserta sifat-sifatNya, hal-hal yang menyangkut keagunganNya, dan membaca kalamNya

Pikirà aktivitas yang mengacu kepada renungan terhadap ciptaan Allah, ayat-ayatNya, dan mukjizatNya (QS. 3:190-191)

4. Mengikuti dan komitmen terhdap majelis dzikir (seperti mentoring). “Tidaklah segolongan orang duduk seraya menyebut Allah melainkan para malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketentraman hati turun kepada mereka, dan Allah menyebut mereka termasuk ke dalam golongan yang berada di sisinya.”(HR. Muslim) Continue reading

Advertisements

Islami ya Quds – Sejahteralah Engkau Wahai Quds

sejahteralah engkau wahai quds, sungguh untuk pengorbanan

kami mempunyai kekuatan, jika dunia mengerahkan kekuatan

kami takkan menyerah, selamanya

aku berharap bersama hari ini ada hari esok (2x)

bersatu hatiku dan tekadku untuk berjihad

aku takkan melenceng, takkan jemu, takkan melunak (2x)

wahai quds kesejahteraan, wahai negeriku

jika penjahat menembakkan anak peluru

aku menjaganya dengan hatiku (aku akan menahannya dengan dadaku)

sejahteralah engkau sepanjang masa

sejahteralah engkau sepanjang masa

muslim aku, jemariku adalah yang membangun

masjidil aqsa yang telah engkau tentukan

berdirinya sakhrah di tengah-tengah kami

sepanjang masa, tempat aku berdiri (2x)

untuk perjuangan dan jihad membela negeri

aku takkan melenceng, takkan jemu, takkan melunak (2x)

wahai quds kesejahteraan, wahai negeriku

jika penjahat menembakkan anak peluru

aku menjaganya dengan hatiku (aku akan menahannya dengan dadaku)

sejahteralah engkau sepanjang masa

sejahteralah engkau sepanjang masa

sejahteralah engkau wahai quds, sungguh untuk pengorbanan

kami mempunyai kekuatan, jika dunia mengerahkan kekuatan

kami takkan menyerah, selamanya

aku berharap bersama hari ini ada hari esok (2x)

bersatu hatiku dan tekadku untuk berjihad

aku takkan melenceng, takkan jemu, takkan melunak (2x)

bersatu hatiku dan tekadku untuk berjihad

aku takkan melenceng, takkan jemu, takkan melunak (2x)

wahai putera-puteri quds, demi kemuliaan

dengan qudsku jayakanlah masa depan

tebusan untuk quds bukan untuk dunia

aku posisikan islam hanya untuk Allah (2x)

wahai putera-puteri quds, demi kemuliaan

dengan qudsku jayakanlah masa depan

tebusan untuk quds bukan untuk dunia

aku posisikan islam hanya untuk Allah

di samping kiri adallah jantung hatinya

di samping kiri adallah jantung hatinya

dan negeriku berada di samping kanannya

wahai quds kesejahteraan, wahai negeriku

jika penjahat menembakkan anak peluru

aku menjaganya dengan hatiku (aku akan menahannya dengan dadaku)

sejahteralah engkau sepanjang masa

sejahteralah engkau sepanjang masa

About Smoking.. Merokok.. ngudud..(yah, something like that)

bahaya-merokok1…kaming sun..

baru dapet bahan2nya belum diolah..^^

Mengantuk…

sleepy_headsemua orang terlihat mengantuk hari ini..

jadi terinspirasi untuk membahas tentang mengantuk alias sleepy..

masih nunggu hasil browsingan di internet…

Mmmm… bertanya pada beberapa orang penyebab mengantuk yang biasa mereka alami.

Di antara hasil survey dadakan ini:

1. Gangguan tidur

2. Kebanyakan makan

3. Lapar (kok kontradiktif begini ya?? nanti coba kita buktikan sama-sama…)

4. Terlalu banyak aktivitas

5. Ga ada kerjaan

6. Ga enak badan alias lagi sakit

7. Pencahayaan kurang

8. Kuliah (haaah???)

Nanti insya Allah saya lanjutkan artikelnya kalau sudah dapat bukti-bukti ilmiah yang otentik..

hehe..

…dilanjutkan seminggu setelahnya..

Hipotesis 1

Kenapa habis makan banyak biasanya mengantuk???

Dugaan: karena sistem saraf autonom kita yang parasimpatetik saat itu bekerja lebih daripada yg simpatik.

Emang apa sih bedanya simpatik sama parasimpatetik??

Saya agak malas membuka buku nih.. seingat saya(dari pelajaran yg pernah dipelajari..) kerja simpatis tuh”to fight or flight”. Efeknya antara lain meningkatkan detak jantung, sekresi kelenjar(termasuk keringat), meningkatkan motilitas usus, pokoknya memfasilitasi tubuh untuk menghasilkan “panas” lebih..dalam arti lain, saat tubuh kita butuh energi. Contoh kerja simpatik tuh waktu kita berlari saat dikejar anjing(misalnya..) atau sedang dalam kondisi psikologis yg berat(co: mau ujian..). That’s why, kalo kita cemas kita merasa jantung berdebar, berkeringat, mules…

Sedangkan parasimpatetik sendiri kerjanya bertolak belakang dengan simpatik. Fungsinya “to rest and digest”, untuk beristirahat dan mencerna. Intinya mah, untuk memfasilitasi proses penyimpanan energi. Efek yang ditimbulkannya memengaruhi SLUDD (salivasi, urinasi,lakrimasi, defekasi, digestiv). Kebayang kan kalo banyak makanan yang masuk, otomatis banyak yg harus dicerna…parasimpatik pun lebih bekerja aktif. Nah, selain “to digest” fungsinya juga “to rest”..otomatislah.. terjadi relaksasi tubuh, tubuh pun bersiap-siap untuk penyimpanan energi, dan akhirnya…MENGANTUK…

..ini baru dugaan saya…lupa, apakah di buku dijelaskan seperti itu atau tidak. InsyaAllah akan terus di-update..

Islami Yaa Quds

..nasyid ini pernah dinyanyikan ikhwan-ikhwan di suatu acara. Jadi suka nasyidnya deh sejak itu.. (padahal suara mereka ga sebagus shouhar ya?? hehe…)406282037pngtrf_fs1

Islami Yaa Quds – – Shoutul Harokah

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin (x2)

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana
Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin (x2)

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa
Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa
Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin (x2)

Kalo mo download, ini link-nya

http://www.4shared.com/file/76961240/4ff46c31/Islami_Yaa_Qudswwwlaris-manismp3blogspotcom.html?s=1

Hari ini..

dsc001501Lagi-lagi diingatkan untuk banyak bersyukur..
Hari ini melakukan perjalanan..
Ga terlalu jauh, tapi ga bisa dibilang dekat juga sih..
Jalan..
Jalan..
Jalan..
Lama-lama mulai jenuh
Mulai menyalahkan keadaan
“duh, salah dreskod nih, kenapa harus pake sepatu inih??? Kan jadi blablabla..”
“sebenernya ada jalan yang lebih cepet ga sih?”
“Aduh, kaki saya mulai pegel, tapi limit waktu makin mengejar..”
“Matahari makin naik nih, saya harusnya tadi bawa topi..”
(tapi ini semua Cuma diucap dalam hati…)
Dan seterusnya-dan seterusnya…
Makin lama berjalan..
Mulai bertemu pemandangan yang subhanallah indah (apa sebenernya udah ada dari tadi ya?? Apa karena saya sibuk menyalahkan keadaan sampai hal seindah ini ga terasa??)
Sawah-ladang terhampar luas di depan mata saya..
Pegunungan berdiri tegar di ruwetnya Jatinangor..
Lama-lama perasaan-perasaan tadi hilang satu per satu
Berganti ribuan tasbih yang tak terbendung
Maha Suci Allah yang telah menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi dengan segaa kesempurnaanNya..

Merasa sangat malu
Pada Allah
Pada diri sendiri
Pada teman-teman yang saat itu berjalan bersama saya (andaikata mereka dengar isi hati saya..)
Astaghfirullah..
Menyadari lagi kalau ternyata yang harus disyukuri lebih banyak daripada yang harus disabari..
Alhamdulillah masih diingatkan…

Malam Ahad yang Menyenangkan

Sabtu ini, orang tua saya datang ke Bandung. Biasa, tiap bulannya kedua orangtua saya punya kewajiban menengok anak-anaknya yang bersekolah di Bandung (ngaku-ngaku…padahal saya di Jatinangor, hehe), jauh dengan mereka yang tinggal di Bekasi.

Biasanya, kami akan menghabiskan malam akhir pekan di rumah atau berjalan-jalan keliling kota Bandung. Malam ini, saya sekeluarga (tanpa adik yg bungsu, karena dia lebih memilih main PS di rumah..huhu, saya benci PS setengah mati!!) pergi ke Pameran Buku Bandung yang diadakan di Braga. I love books so much!!! Berburulah saya di sana..mumpung bareng orang tua.. jadi semua bukunya dibeliin,hehe… Dapat tiga buah buku yang memang saya cari. Fiqh Sunnah (buat pegangan kajian tatsqif) dan Quantum Dakwah dan Tarbiyah.. dan ditambah buku Fiqh Kedokteran (kalau yang ini inisiatif ibu saya… saya sih ga minta,,meskipun ga nolak juga sihh..hehe ;P)

Selesai berburu…perut terasa amat sangat kukuruyuk. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu itu. Akhirnya, kami meluncur ke arah Dago, berniat membeli bebek goreng yang sangat terkenal enaknya di Jl. Hasanudin, di samping RS Boromeus. Meskipun makanan pinggir jalan, tapi sekali coba bener-bener pengen makan lagi (padahal sedikit terpengaruh Om Bondan di acara mak nyuss-nya..hehe). Sampai di sana,ramai sangat. Saya berjalan ke arah penjualnya. “Mas, bebeknya masih ada ga??” Tanya saya dengan muka lapar. “Waduh teh, udah habis tuh..tinggal pecel lele. Maaf yaa.” Hhhhaaa..ini ketiga kalinya rencana saya dan keluarga makan bebek di tempat itu batal. “Nanti lagi kita tunggu sampe warungnya buka aja kali ya,” kata ibu saya..haha.. garingnya sama kaya anaknya..

Perut saya masih meringkik (kaya kuda aja..). Lappeeerrr..

Akhirnya ayah saya berinisiatif,”kita makan surabi aja yuk di Ledeng..” Saya ga komen. Sebenernya pengen makan yang ada nasinya sih..bukan cemilan kaya gitu..T_T

Meluncurlah mobil ke arah Jl. Setiabudhi.. sampai disana, tentu saja pesan surabi. Rasa coklat keju. Ditambah segelas es jeruk (duh, ga mecing banget,,masa minum es jeruk di udara malam Bandung..). Bronkokonstriksilah saluran nafas saya,, batuk-batuk deh… duh, ngerti kesehatan ga sih???!

Malam itu, saya mengamati banyak hal.. Sepanjang perjalanan saya dari rumah sampai pulang lagi ke rumah.

Di Book Fair

Hmm, di book fair saya memperhatikan banyak sekali orang. Sebagian besar, hampir 70% atau lebih pengunjung bookfair adalah muslim. Kok saya bisa dengan sotoy-nya bilang begitu??? Ya iyalah, karena mereka secara fisik men379097677_1a65c730d8_ounjukkan identitas keIslaman mereka (yang ibu-ibu-teteh-teteh pada pake jilbab), insya Allah bapak-bapak-om-om adek-adek-ABG-ABG yang satu rombongan dengan mereka juga muslim. Selain itu, meskipun judulnya Pameran Buku Bandung alias Bandung Book Fair (tanpa embel-embel “Islamic” di depannya), jelas terlihat bahwa stand buku yang mengisi hampir 60% BBF adalah stand buku Islam. Sisanya, stand buku pelajaran, sastra, atau ilmu-ilmu populer. Ini bagi saya membuktikan, bahwa Islam, dengan segala ketinggian dan kemuliaannya, sangat dekat dengan yang namanya Ilmu. Ilmu adalah keniscayaan dalam Islam. Tanpa ilmu, apalah artinya amal, dan sebaliknya. Subhanallah… betapa seorang muslim adalah termasuk deretan orang-orang yang berilmu… Lambat laun kejayaan Islam insyaAllah akan muncul seiring dengan munculnya generasi-generasi Muslim yang cerdas dan intelek, bersih-peduli-profesional. Allahu Akbar!!!

@Perjalanan menuju Jl. Hasanudin

Karena saya satu-satunya orang yang belum makan malam saat itu, kedua orang tua saya berinisiatif untuk pergi makan ke daerah Dago (daripada ngeliat anak kesayangannya mengurus gara-gara kelaperan, hihi). “Teh, makan bebek goreng yang katanya enak tea yuk…” kata ibu saya. Saya langsung mengangguk penuh semangat.

Akhirnya, meluncurlah kami dari Jl. Braga ke arah Dago. Sedikit memutar, berhubung jalan Braga tuh satu arah.

Sampai di Jalan raya Dago (saya lupa nama jalannya..), banyak-banyak istighfar. Masya Allah..ini nih potret remaja kota Bandung yang katanya Bermartabat. Ih, ngeri pisan lah, ngeliat pemandangan jalanan Dago malem Ahad. Jalanan penuh anak-anak muda yang nongkrong ga jelas. Yang cowok2 duduk-duduk sambil ngerokok, bahkan ga mustahil di sepanjang jalan itu dijadikan tempat transaksi obat terlarang.. Belum lagi kalo ngeliat gaya berpakaian mereka. Yang cowok pake jaket kulit plus celana bolong-bolong dengan gaya rambut dinamit (tau kan, yang berdiri-berdiri kaya duri begitu, rambutnya..). Yang cewek sebagian pake rok pendek ampe saya bingung, “ga kedinginan apah mereka, ini Dago gitu loh..??” sambil gelendotan ke temen cowoknya. ihhh… Ngeri.

Saya jadi ngebayangin, gimana ya, adek cowo saya satu-satunya nanti kalo udah beranjak gede. Saya bergidik membayangkan adik saya ikut-ikutan kaya gitu. Na’udzubillahi min dzalik… Ya Allah, amit-amiiiit (Geuleuh mode: ON). Saya jadi bertekad untuk membujuk adik saya untuk masuk pesantren hafizh qur’an yang ada di Subang. Daripada jadi anak begajulan kaya gitu… mending jadi hafizh Qur’an, ya ga??? Jauh lebih kereen gitu loh…

Sampai di depan Boromeus, sedikit legaaa.. terlepas dari pemandangan-pemandangan yang mengusik mata saya itu. Dan sesampainya di tukang bebek goreng, terjadilah insiden “Bebeknya habis, tinggal pecel lele..” Ogaaah!! Kalo pecel lele saya udah sering makan dulu di warungnya Mbak-ѐ di Jatinangor. Kalo bebek, berhubung mahal, jadi saya baru sekali-kalinya jajan bebek.. Hikkksss..padahal udah ngebayangin yang enggak-enggak (maksudnya, melahap bebek dengan sepenuh jiwa..). Saya nampaknya emang kurang berjodoh dengan tuh bebek…

Dari Jl. Hassanudin masuk ke arah Jl. Ganesha (alias jalanan depan ITB yang kalo siang <atau sore??> dihuni oleh gerombolan burung koak yang bisa setiap saat meluncurkan serangannya… Tapi kalo malem kayaknya pada bobo deh, burung koak-nya, hehe.

Dari Jl. Ganesha, belok ke arah kanan. Pokonya mah jalanan yang ke arah Jl. Setiabudhi gitu.. Sebenernya sepanjang jalan terus berdo’a.. semoga ada makanan yang kelihatan lebih menarik daripada SURABI (surabi imut lagi.. Padahal pengennya surabi raksasa..hehe). Lapeeerrr…

surabi keju coklatSesampainya di Surabi Imut… pesen surabi coklat keju (saya nyeseeeelll banget milih rasa ini). Ibu saya terus ngeledekin, gara-gara surabi yang ibu saya pesen rasanya jaaauh lebih enak, isi ONCOM. Emang, rasa original itu lebih enak daripada modifikasi apapun. Apalagi yang ayah saya makan, pake fla stroberi, lebih aneh 100x lipat daripada yang saya makan… Tapi Alhamdulillah, ngenyangin juga kok.. Thanks Allah, for this surabi..^^

Sepanjang menikmati waktu menunggu surabi, saya mengamati orang-orang yang ada di warung ituh. Hampir semuanya pasangan muda-mudi yang menikmati malam akhir pekan berdua atau se-geng-gong orang yang datang bersama teman2 dan pacarnya.. Mmm, saya kok sangat menikmati kesendirian saya ini yah…?(naon sih..). Ya, secara keilmuan saya insya Allah megerti bahwa Allah melarang kita untuk mendekati perbuatan zina (including having a boyfriend and so on..). Dan saya juga merasa lebih menikmati malam Ahad saya bersama ayah-ibu-adik saya… Lebih gimanaaa, gitu. Ga kebayang, kalo saya punya pacar, saya pasti pergi ber-akhir pekan sama pacar saya itu. Gimana terus perasaan ayah-ibu saya ya?? Terbayang, mereka akan sedih dan kecewa sama saya karena me-nomor-duakan mereka (tapi teteup… Allah harus jadi paling nomor satu!!).

Banyak diingatkan untuk bersyukur, di sepanjang perjalanan ber-akhir-pekan bersama keluarga. Bersyukur bahwa Allah memberikan saya kesempatan untuk memahami ilmu Islam sehingga saya tidak berbuat yang aneh-aneh kaya ABG2 di Jl. Dago. Bisa menikmati waktu-waktu lebih banyak bersama ayah-ibu-adik tercinta.. Bersyukur karena masih diberikan kemampuan untuk menelisik mana yang benar dan mana yang tidak..

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin… Thanks Rabb, for everything You have given to me.. Luv U..