Malam Ahad yang Menyenangkan

Sabtu ini, orang tua saya datang ke Bandung. Biasa, tiap bulannya kedua orangtua saya punya kewajiban menengok anak-anaknya yang bersekolah di Bandung (ngaku-ngaku…padahal saya di Jatinangor, hehe), jauh dengan mereka yang tinggal di Bekasi.

Biasanya, kami akan menghabiskan malam akhir pekan di rumah atau berjalan-jalan keliling kota Bandung. Malam ini, saya sekeluarga (tanpa adik yg bungsu, karena dia lebih memilih main PS di rumah..huhu, saya benci PS setengah mati!!) pergi ke Pameran Buku Bandung yang diadakan di Braga. I love books so much!!! Berburulah saya di sana..mumpung bareng orang tua.. jadi semua bukunya dibeliin,hehe… Dapat tiga buah buku yang memang saya cari. Fiqh Sunnah (buat pegangan kajian tatsqif) dan Quantum Dakwah dan Tarbiyah.. dan ditambah buku Fiqh Kedokteran (kalau yang ini inisiatif ibu saya… saya sih ga minta,,meskipun ga nolak juga sihh..hehe ;P)

Selesai berburu…perut terasa amat sangat kukuruyuk. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam waktu itu. Akhirnya, kami meluncur ke arah Dago, berniat membeli bebek goreng yang sangat terkenal enaknya di Jl. Hasanudin, di samping RS Boromeus. Meskipun makanan pinggir jalan, tapi sekali coba bener-bener pengen makan lagi (padahal sedikit terpengaruh Om Bondan di acara mak nyuss-nya..hehe). Sampai di sana,ramai sangat. Saya berjalan ke arah penjualnya. “Mas, bebeknya masih ada ga??” Tanya saya dengan muka lapar. “Waduh teh, udah habis tuh..tinggal pecel lele. Maaf yaa.” Hhhhaaa..ini ketiga kalinya rencana saya dan keluarga makan bebek di tempat itu batal. “Nanti lagi kita tunggu sampe warungnya buka aja kali ya,” kata ibu saya..haha.. garingnya sama kaya anaknya..

Perut saya masih meringkik (kaya kuda aja..). Lappeeerrr..

Akhirnya ayah saya berinisiatif,”kita makan surabi aja yuk di Ledeng..” Saya ga komen. Sebenernya pengen makan yang ada nasinya sih..bukan cemilan kaya gitu..T_T

Meluncurlah mobil ke arah Jl. Setiabudhi.. sampai disana, tentu saja pesan surabi. Rasa coklat keju. Ditambah segelas es jeruk (duh, ga mecing banget,,masa minum es jeruk di udara malam Bandung..). Bronkokonstriksilah saluran nafas saya,, batuk-batuk deh… duh, ngerti kesehatan ga sih???!

Malam itu, saya mengamati banyak hal.. Sepanjang perjalanan saya dari rumah sampai pulang lagi ke rumah.

Di Book Fair

Hmm, di book fair saya memperhatikan banyak sekali orang. Sebagian besar, hampir 70% atau lebih pengunjung bookfair adalah muslim. Kok saya bisa dengan sotoy-nya bilang begitu??? Ya iyalah, karena mereka secara fisik men379097677_1a65c730d8_ounjukkan identitas keIslaman mereka (yang ibu-ibu-teteh-teteh pada pake jilbab), insya Allah bapak-bapak-om-om adek-adek-ABG-ABG yang satu rombongan dengan mereka juga muslim. Selain itu, meskipun judulnya Pameran Buku Bandung alias Bandung Book Fair (tanpa embel-embel “Islamic” di depannya), jelas terlihat bahwa stand buku yang mengisi hampir 60% BBF adalah stand buku Islam. Sisanya, stand buku pelajaran, sastra, atau ilmu-ilmu populer. Ini bagi saya membuktikan, bahwa Islam, dengan segala ketinggian dan kemuliaannya, sangat dekat dengan yang namanya Ilmu. Ilmu adalah keniscayaan dalam Islam. Tanpa ilmu, apalah artinya amal, dan sebaliknya. Subhanallah… betapa seorang muslim adalah termasuk deretan orang-orang yang berilmu… Lambat laun kejayaan Islam insyaAllah akan muncul seiring dengan munculnya generasi-generasi Muslim yang cerdas dan intelek, bersih-peduli-profesional. Allahu Akbar!!!

@Perjalanan menuju Jl. Hasanudin

Karena saya satu-satunya orang yang belum makan malam saat itu, kedua orang tua saya berinisiatif untuk pergi makan ke daerah Dago (daripada ngeliat anak kesayangannya mengurus gara-gara kelaperan, hihi). “Teh, makan bebek goreng yang katanya enak tea yuk…” kata ibu saya. Saya langsung mengangguk penuh semangat.

Akhirnya, meluncurlah kami dari Jl. Braga ke arah Dago. Sedikit memutar, berhubung jalan Braga tuh satu arah.

Sampai di Jalan raya Dago (saya lupa nama jalannya..), banyak-banyak istighfar. Masya Allah..ini nih potret remaja kota Bandung yang katanya Bermartabat. Ih, ngeri pisan lah, ngeliat pemandangan jalanan Dago malem Ahad. Jalanan penuh anak-anak muda yang nongkrong ga jelas. Yang cowok2 duduk-duduk sambil ngerokok, bahkan ga mustahil di sepanjang jalan itu dijadikan tempat transaksi obat terlarang.. Belum lagi kalo ngeliat gaya berpakaian mereka. Yang cowok pake jaket kulit plus celana bolong-bolong dengan gaya rambut dinamit (tau kan, yang berdiri-berdiri kaya duri begitu, rambutnya..). Yang cewek sebagian pake rok pendek ampe saya bingung, “ga kedinginan apah mereka, ini Dago gitu loh..??” sambil gelendotan ke temen cowoknya. ihhh… Ngeri.

Saya jadi ngebayangin, gimana ya, adek cowo saya satu-satunya nanti kalo udah beranjak gede. Saya bergidik membayangkan adik saya ikut-ikutan kaya gitu. Na’udzubillahi min dzalik… Ya Allah, amit-amiiiit (Geuleuh mode: ON). Saya jadi bertekad untuk membujuk adik saya untuk masuk pesantren hafizh qur’an yang ada di Subang. Daripada jadi anak begajulan kaya gitu… mending jadi hafizh Qur’an, ya ga??? Jauh lebih kereen gitu loh…

Sampai di depan Boromeus, sedikit legaaa.. terlepas dari pemandangan-pemandangan yang mengusik mata saya itu. Dan sesampainya di tukang bebek goreng, terjadilah insiden “Bebeknya habis, tinggal pecel lele..” Ogaaah!! Kalo pecel lele saya udah sering makan dulu di warungnya Mbak-ѐ di Jatinangor. Kalo bebek, berhubung mahal, jadi saya baru sekali-kalinya jajan bebek.. Hikkksss..padahal udah ngebayangin yang enggak-enggak (maksudnya, melahap bebek dengan sepenuh jiwa..). Saya nampaknya emang kurang berjodoh dengan tuh bebek…

Dari Jl. Hassanudin masuk ke arah Jl. Ganesha (alias jalanan depan ITB yang kalo siang <atau sore??> dihuni oleh gerombolan burung koak yang bisa setiap saat meluncurkan serangannya… Tapi kalo malem kayaknya pada bobo deh, burung koak-nya, hehe.

Dari Jl. Ganesha, belok ke arah kanan. Pokonya mah jalanan yang ke arah Jl. Setiabudhi gitu.. Sebenernya sepanjang jalan terus berdo’a.. semoga ada makanan yang kelihatan lebih menarik daripada SURABI (surabi imut lagi.. Padahal pengennya surabi raksasa..hehe). Lapeeerrr…

surabi keju coklatSesampainya di Surabi Imut… pesen surabi coklat keju (saya nyeseeeelll banget milih rasa ini). Ibu saya terus ngeledekin, gara-gara surabi yang ibu saya pesen rasanya jaaauh lebih enak, isi ONCOM. Emang, rasa original itu lebih enak daripada modifikasi apapun. Apalagi yang ayah saya makan, pake fla stroberi, lebih aneh 100x lipat daripada yang saya makan… Tapi Alhamdulillah, ngenyangin juga kok.. Thanks Allah, for this surabi..^^

Sepanjang menikmati waktu menunggu surabi, saya mengamati orang-orang yang ada di warung ituh. Hampir semuanya pasangan muda-mudi yang menikmati malam akhir pekan berdua atau se-geng-gong orang yang datang bersama teman2 dan pacarnya.. Mmm, saya kok sangat menikmati kesendirian saya ini yah…?(naon sih..). Ya, secara keilmuan saya insya Allah megerti bahwa Allah melarang kita untuk mendekati perbuatan zina (including having a boyfriend and so on..). Dan saya juga merasa lebih menikmati malam Ahad saya bersama ayah-ibu-adik saya… Lebih gimanaaa, gitu. Ga kebayang, kalo saya punya pacar, saya pasti pergi ber-akhir pekan sama pacar saya itu. Gimana terus perasaan ayah-ibu saya ya?? Terbayang, mereka akan sedih dan kecewa sama saya karena me-nomor-duakan mereka (tapi teteup… Allah harus jadi paling nomor satu!!).

Banyak diingatkan untuk bersyukur, di sepanjang perjalanan ber-akhir-pekan bersama keluarga. Bersyukur bahwa Allah memberikan saya kesempatan untuk memahami ilmu Islam sehingga saya tidak berbuat yang aneh-aneh kaya ABG2 di Jl. Dago. Bisa menikmati waktu-waktu lebih banyak bersama ayah-ibu-adik tercinta.. Bersyukur karena masih diberikan kemampuan untuk menelisik mana yang benar dan mana yang tidak..

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin… Thanks Rabb, for everything You have given to me.. Luv U..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: