Meng Tersayang…

cat16Jarang-jarang saya sayang sama Si Meng. Meng. Sebuat saja namanya seperti itu. Dulu, dia bukanlah siapa-siapa. Bukan sesuatu yang spesial. Bahkan sesuatu yang sering saya hindari karena saya punya pengalaman buruk bersama Si Meng (bukan Neng).

Hari ini, saya merasa Si Meng adalah satu-satunya makhluk di rumah yang bisa saya andalkan untuk menjaga ketentraman hidup saya di rumah. Beberapa jam yang lalu, saat saya sedang asyik belajar (baca: ngoprek komputer), terlihat sesosok Mickey berlarian kecil di depan mata saya. Aaaarghhhh!!!! Tidaaaakk!!! Saya lebih benci sama Si Mickey daripada Si Meng meskipun Si Mickey belum pernah menyakiti saya seperti Si Meng yang pernah dengan sukses membuat luka cakaran panjang di tangan saya saat saya tidur. Saya spontan berteriak… “Aaadaaa tikuuuussss!!! Gyaaaa!!!!” Dan dalam hitungan detik, saya berhasil melakukan prosedur evakuasi terhadap diri saya dan benda-benda yang sedang menjamin kelangsungan hidup saya malam ini. Segelas coklat yang awalnya panas, tas berisi peralatan perang saya di kampus, Lepi yang sejak tadi saya oprek, tak lupa Hape dan bantal guling ikut saya gondol. Mau kemana??? NGUNGSI!!! Daripada bobo bareng Si Mickey, lebih baik saya tidur di ruang tengah sambil mimpi indah(ya iyalah…hehe). Maka pergilah saya ke ruang tengah dengan tanagan penuh barang-barang hasil evakuasi.

Sesampainya di ruang tengah…

catmouse1artYah…ada ade saya.Terlambat. Dia lebih dulu menguasai ruang bertipi yang mulai saya incar sejak kedatangan Mickey beberapa menit yang lalu. Maka untuk menjamin kelangsungan hidup saya, saya pun melakukan beberapa prosedur layaknya orang kampung yang baru datang ke kota. “Dek, geseran dong…ada tikus di kamar. Gina juga mo tidur di sini.” Dan dengan sedikit memaksa, akhirnya sang penguasa ruang tengah pun rela berbagi dengan kakaknya yang imut ini… hehe

Untuk menghentikan serangan Mickey di kamar, nenek saya pun berinisiatif untuk memasukkan predator alami… yaitu Si Meng…yang sejak kasus ini menjadi sangat saya sayangi. Meng, kau adalah tumpuan harapanku…Tanpamu, mungkin aku tidak akan pernah hidup tenang lagi di rumah ini… Berusahalah sebaik-baiknya Meng..untuk menang kap pengacau itu… Saya melepas kepergian Si Meng dengan berat hati diiringi isak tangis (lebai..kayak apaan aja… =P)

….selang beberapa belas menit…

“Praaang!!”

Eh?? Suaranya kedengeran dari kamar saya tuh… Nenek saya mengecek kamar. Ternyata aksi Si Meng untuk menangkap Mickey menghasilkan korban berupa sebotol air putih yang saya simpan di atas meja. Alhasil…lantai penuh botol pecah dan kasur pun basah tersiram air dalam botol.

MeeeeennGG!!!!! Aaarghhh!! Bikin masalah baru..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: