The Story of Mang Ato…

2351201837_f28eee1b71Mang Ato??? Siapakah dia? Seberapa fenomenalkah Mang Ato hingga saya angkat menjadi cerita kali ini.. Terusin aja bacanya ya…yuk.

Mang Ato. Tidak ada satupun yang tau nama aslinya. Tapi, tidak ada seorang pun penghuni kosanku yang tidak mengenalniya. Betapa tidak??! Mang Ato adalah salah satu penyuplai sarapan kami di pagi hari.

Biasanya, sekitar jam 7, akan mulai terdengar suara piring yang dipukul sendok diikuti dengan teriakan: “Neeng…bubur2…lontong kari…” Dan dalam sekejap akan mulai terdengar teriakan-teriakan dari kamar-kamar yang ada di kosanku. “Mang Atooooo…buburnya satu,,ga pake kacang, sambelnya banyakin…” atau “Mang Atoooo…lontong kari 3, yang dua pake sambel yang satu engga, tapi kecapnya banyakin yaa..” dan “Mang Atooooo….!!!” dan dalam waktu kurang dari 10 menit biasanya Mang Ato sudah datang lagi, lengkap dengan satu nampan pesanan bubur ayam dan/atau lontong kari.

Hmmm…sakti juga ya, Mang Ato kalau dipikir-pikir. Bisa mengingat segitu banyak pesanan yang kami teriakkan. Atau bawa catatan kali ya??? Pokoknya recet pisan lah di kosan kalau Mang Ato datang…Semua berteriak, alhasil kosan pun berisik, heehe…

Ada satu cerita yang menarik tentang Mang Ato.. Bisa dibilang, Mang Ato adalah satu-satunya laki-laki yang punya hak istimewa, bisa bebas masuk-keluar kosan kami. Maklum, penghuni kosan saya semuanya muslimah berjilbab. Jadi, ga ada satu orang laki-laki pun yang boleh masuk kecuali dia memencet bel dan harus ada seseorang akhwat yang berteriak,”Akhwaaaat!!! Ada ikhwan mau masuk…”Laki-laki yang boleh masuk pun ga sembarangan. Ga ada satu orang pun yang boleh masuk kecuali anggota keluarga, yang punya kepentingan(co: tukang air galon<g mo sebut merek Yahudi..>, yang mau benerin komputer, bapak pengurus kosan), dan orang2 yang memang akan menggunakan mushola kosan untuk rapat. Itupun harus melewati prosedur yang sama. Pencet bel…lalu teriak:”Akhwaaaat!! Ada ikhwan mau ke mushola..” Biar akhwat-akhwat di kosan siap untuk “menyelamatkan diri” Hehe…bubur-ayam-sibungsu1

Suatu hari, ada seorang ikhwan yang akan rapat di kosan. Karena akhwat-akhwat yang akan rapat dengan ikhwan itu belum membukakan gerbang kosan, terpaksa dia menunggu di depan pintu gerbang kosan. 10 menit…20 menit…sampai akhirnya setengah jam sudah dia menunggu di depan gerbang. Tiba-tiba sesosok Mang Ato datang. Membunyikan piringnya…berteriak dari kejauhan, dan langsung masuk ke dalam(seperti yang saya bilang, Mang Ato adalah satu-satunya orang yang punya hak istimewa..heehe). Saya sudah bisa menebak perasaan ikhwan itu. Merasa tersaingi, bahkan terkalahkan, oleh Mang Ato..hehe

Teman sekosan saya yang ikut rapat dengan ikhwan tersebut bercerita, “Si X kesel sama Mang Ato…dia bilang, Ane aja nunggu sampe setengah jam baru bisa masuk. Nah Mang Ato, Cuma ngebunyiin piringnya langsung bisa masuk”

Hahaha…semua yang mendengar cerita itu langsung terbahak-bahak… Geli denger ceritanya. Meski tau juga sih, ikhwan itu pasti Cuma bercanda bilang kaya gitu..hohoho…

Terkalahkan hanya oleh seorang Mang Ato..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: