Hipotermia

Belajar lagi…

thermometer-hypothermia-710347

Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh kita mengalami penurunanan suhu inti(suhu organ dalam).

Hipotermia merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan medis. Karena bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan di seluruh tubuh(edema generalisata), meghilangnya reflex tubuh (areflexia), koma, hingga menghilangnya reaksi pupil mata.

Accidental hypothermia terjadi ketika suhu tubuh inti menurun hingga <35°C. Pada suhu ini, beberapa mekanisme kompensasi tubuh yang normal untuk ‘menghasilkan’ panas mulai terganggu.

Primary accidental hypothermia merupakan hasil dari paparan langsung terhadap udara dingin pada orang yang sebelumnya sehat.

Secondary accidental hypothermia merupakan komplikasi gangguan sistemik(seluruh tubuh) yan serius. Kebanyakan terjadinya sih di usim dingin(salju) dan iklim dingin.

Faktor Resiko Hipotermia

1. Umur: bayi baru lahir, orang tua

2. Paparan dingin di luar ruangan: olahraga, memakai baju tipis

3. Obat dan intoksikan: etanol, phenothiazin, barbiturate, anestesi, bloker neuromuscular

4. Hormon: hipoglikemia, hipotiroidisme, kekurangan adrenalin, hipopituitarisme

5. Neurologis: stroke, gangguan hipotalamus, Parkinson, Cedera sumsum tulang belakang

6. Multisistem: malnutrisi, sepsis, shock, gangguan hati dan ginjal

7. Luka bakar dan kelainan kulit eksfoliatif(mengelupas)

Apa sih penyebab hipotermia????

1. Yang pasti, ada kontak dengan lingkungan yang dingin

2. Adanya angguan atau penyakit yang didderita

3. Penggunaan obat-obatan (alcohol, barbiturate, phenothiazine, insulin, steroid, β-blocker

4. Sepsis, hipotiroid, radang pancreas

Gejalanya apa sajaa??

Menurut literature yang saya baca, katanya sih sulit untuk mendiagnosis hipotermia, Karena termometer klinis tidak memperlihatkan suhu di bawah 35°C. Kadang bisa ditemukan kaku pada otot, bradikardia, hipotensi, pernafasan cenderung dangkal dan lambat, dan dapat ditemukan pupil yang mengecil.

Menurut tingkat keparahannya, gejala klinis hipotermia dibagi menjadi 3 ,

1. Mild atau ringan

Sistem saraf pusat: amnesia, apati, terganggunya persepsi halusinasi

Cardiovaskular: denyut nadi cepat lalu berangsur melambat, meningkatnya tekanan darah,

Penafasan: nafas cepat lalu berangsur melambat,

Saraf dan otot: gemetar, menrunnya kemampuan koordinasi otot

2. Moderate,sedang

Sistem saraf pusat: penurunan kesadaran secara berangsur, pelebaran pupil

Cardiovaskular: penurunan denyut nadi secara berangsur

Pernafasan: hilangnya reflex jalan nafas(seperti batuk, bersin)

Saraf dan otot: menurunnya reflex, berkurangnya respon menggifgil, mulai munculnya kaku tubuh akibat udara dingin

3. Severe..parah

Sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex mata(seperti mengdip)

Cardiovascular: penurunan tekanan darah secara berangsur, menghilangnya tekanan darah sistolik

Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen

Saraf dan otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya reflex perifer

Terapi apa yang bisa kit berikan untuk orang dengan kondisi hipotermia????

Jalan nafas harus tetap terjaga juga ketersediaan oksigen yang cukup.

Prinsip penanganan hipotermia adalah penstabilan suhu tubuh dengan menggunakan selimut hangat (tapi hanya pada bagian dada, untuk mencegah turunnya tekanan darah secara mendadak) atau menempatkan pasien di ruangan yang hangat. Berikan juga minuman hangat(kalau pasien dalam kondisi sadar).

Seperti biasa…kalau ada info yang kurang tepat harap dikoreksi ;)

About these ads

One response to this post.

  1. Assalamu alaikum.. Subhanallah.. insya Allah ilmunya bermamfaat..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: